PADANG, Mata-aktivis.com
– Pemerintah Kota (Pemko) Padang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) terus berupaya meningkatkan ketertiban dan kelancaran lalu lintas melalui penerapan sistem parkir digital untuk mengelola antrean truk pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis solar.(22/10/26)
Upaya tersebut dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) Evaluasi Sistem Parkir Digital Antrean BBM di Tempat Parkir Khusus Koto Lalang serta rencana penerapannya di sejumlah SPBU lainnya. Kegiatan berlangsung di Ruang Abu Bakar Ja’ar, Balai Kota Padang, Kamis (22/10/2026).
Kepala Dinas Perhubungan Kota Padang, Yudi Indra Syani, menyampaikan bahwa hasil evaluasi menunjukkan sistem parkir digital di Koto Lalang memberikan dampak positif terhadap ketertiban antrean kendaraan, kelancaran lalu lintas, serta pengurangan risiko kecelakaan.
“Alhamdulillah, dari hasil evaluasi, penerapan sistem ini cukup efektif. Kebijakan yang kita lakukan memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama terhadap ketertiban, kelancaran lalu lintas, serta upaya mengurangi risiko kecelakaan,” ujar Yudi.
Ia menjelaskan, sistem tersebut mengatur antrean truk melalui tempat parkir khusus sebelum kendaraan memasuki area SPBU. Setiap pengemudi diarahkan masuk ke lokasi parkir dan melakukan pembayaran retribusi untuk memperoleh struk antrean yang memuat nomor antrean, nomor polisi kendaraan, serta kode QR.
Melalui mekanisme ini, pengemudi dapat menunggu di tempat parkir hingga memperoleh giliran pengisian BBM. Kendaraan kemudian dipanggil secara berurutan ketika tersedia slot pengisian di SPBU, sesuai nomor antrean yang telah diterbitkan.
“Jadi, tidak ada lagi truk yang mengantre di badan jalan karena seluruh kendaraan diarahkan masuk ke tempat parkir dan area antrean SPBU. Sistem ini juga didukung oleh Bank Nagari selaku penyedia sistem digital dan sejauh ini telah berjalan dengan lancar,” jelasnya.
Menurut Yudi, penerapan sistem tersebut tidak hanya membantu mengurai antrean kendaraan, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat dan pelaku usaha di sekitar SPBU. Akses menuju toko dan warung warga menjadi lebih terbuka karena tidak lagi terhalang kendaraan yang mengantre.
Selain itu, penyempitan bahu jalan akibat antrean truk dapat dikurangi secara signifikan sehingga arus lalu lintas di sekitar lokasi menjadi lebih lancar dan tertib.
Melihat hasil positif tersebut, Dishub Kota Padang berencana mengembangkan sistem parkir digital ke SPBU lain yang memiliki persoalan antrean kendaraan. Penentuan lokasi selanjutnya akan dilakukan berdasarkan tingkat kebutuhan dan prioritas penanganan di lapangan.
“Ke depan, sistem ini akan kita kembangkan ke SPBU lainnya. Kita akan menentukan lokasi berikutnya yang menjadi prioritas agar persoalan antrean truk dapat diselesaikan secara bertahap,” tambah Yudi.
FGD tersebut turut dihadiri pihak Polsek Lubuk Kilangan, Lubuk Begalung dan Padang Selatan, perwakilan Bank Nagari Cabang Pasar Raya Padang, PT Gerbang Berkah Solusi, perwakilan SPBU Koko Mata Air dan Bandar Buat, serta jajaran Dinas Perhubungan Kota Padang.
Melalui evaluasi dan rencana pengembangan ini, Pemko Padang berharap sistem pengelolaan antrean BBM berbasis digital dapat diterapkan secara bertahap di lebih banyak SPBU. Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan antrean kendaraan yang lebih tertib dan transparan, menjaga akses usaha masyarakat, serta mendukung kelancaran dan keselamatan lalu lintas di Kota Padang.
(Fh. mata-aktivis.com)










