PADANG,MATA-AKTIVIS.COM. – Pemerintah Kota Padang menjajaki kerja sama di bidang pendidikan dengan Universiti Kuala Lumpur (UniKL), Malaysia. Melalui kerja sama ini, calon mahasiswa asal Kota Padang berkesempatan melanjutkan pendidikan di Malaysia melalui program beasiswa, termasuk program khusus yang mengintegrasikan ilmu teknologi dengan hafalan Al-Qur’an.(19/10/26)
Rencana kerja sama tersebut disambut baik Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, saat bertemu dengan Professor Management & Entrepreneurship Section UniKL, Prof. Ilham Sentosa, Ph.D., di Rumah Makan Takana Nasi Padang, Senin (19/10/2026).
Pertemuan itu turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Yopi Krislova, Sekretaris Disdikbud Padang, Irwansyah, serta Kepala Bagian Kerja Sama Setdako Padang, OS Damanik.
Dalam pembahasan tersebut, disampaikan bahwa UniKL telah menyelesaikan seleksi administrasi terhadap sejumlah calon mahasiswa dari Padang. Sebanyak 10 mahasiswa dinyatakan lolos seleksi dan berkesempatan melanjutkan pendidikan di UniKL.
Maigus Nasir menyampaikan apresiasi atas peluang pendidikan yang diberikan kepada generasi muda Kota Padang. Menurutnya, kerja sama ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan di bidang teknologi sekaligus memperkuat pemahaman agama.
“Tentunya kami menyambut baik kerja sama ini. Harapan kita nantinya mahasiswa di Padang akan belajar teknologi dan ilmu agama di UniKL,” ujar Maigus.
Ia berharap, program tersebut dapat melahirkan generasi muda yang unggul, berkarakter, serta memiliki kompetensi untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah dan bangsa.
“Lewat program ini kita harapkan juga akan tumbuh generasi emas yang akan memimpin bangsa ke depannya,” tambahnya.
Sementara itu, Prof. Ilham Sentosa menjelaskan bahwa UniKL memiliki program pendidikan khusus yang menggabungkan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan pembinaan hafalan Al-Qur’an. Salah satunya melalui program Ulul Albab dan Huffaz Teknologis yang dirancang untuk melahirkan profesional di bidang teknologi dengan landasan nilai-nilai keislaman.
“Salah satu program kami yakni Ulul Albab, yakni menggabungkan perkuliahan dengan program hafalan Al-Qur’an selama 10 jam seminggu,” ungkap Prof. Ilham.
Melalui program Huffaz Teknologis, mahasiswa akan menjalani pendidikan setara sarjana selama tiga tahun dengan pembinaan hafalan Al-Qur’an secara terstruktur. Calon mahasiswa juga akan mengikuti uji kompetensi hafalan sebagai bagian dari proses seleksi. Mahasiswa yang memiliki hafalan lima hingga enam juz akan dibina agar dapat meningkatkan hafalannya selama menjalani pendidikan.
Pembinaan tersebut dilakukan secara rutin, termasuk sebelum perkuliahan dimulai pada pagi hari dan pada sore hari setelah kegiatan akademik berakhir. Dengan pola ini, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan kompetensi profesional sekaligus memperkuat hafalan Al-Qur’an.
Selain membuka peluang pendidikan bagi mahasiswa Padang, UniKL juga merencanakan program pengabdian masyarakat di Kota Padang. Sejumlah mahasiswa UniKL nantinya akan berada di Padang selama satu pekan untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat melalui program orang tua angkat.
“Tadi sudah disampaikan Pak Wawako, mahasiswa yang melakukan pengabdian masyarakat akan tinggal bersama penduduk setempat dan mendapat program orang tua angkat. Mahasiswa akan berada di Padang selama sepekan,” jelas Prof. Ilham.
Dalam kegiatan pengabdian tersebut, mahasiswa UniKL direncanakan turut mengembangkan kelas digital, kelas bilingual, serta program Smart Surau. Kegiatan ini diharapkan dapat memperluas akses pembelajaran, meningkatkan kemampuan bahasa, serta mendorong pemanfaatan teknologi dalam pendidikan dan aktivitas masyarakat.
Selain bidang pendidikan dan pengabdian masyarakat, UniKL juga menyatakan kesiapan untuk mendukung berbagai kegiatan kolaborasi bersama Pemko Padang, termasuk kegiatan kebudayaan dan penelitian yang memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.
Melalui penjajakan kerja sama ini, Pemko Padang berharap terbuka lebih banyak kesempatan bagi generasi muda untuk memperoleh pendidikan berkualitas, menguasai teknologi, memperkuat nilai-nilai keagamaan, serta mempersiapkan diri menjadi sumber daya manusia unggul di masa depan.
(Fh. Mata-aktivis.com)










